Ada yang sesak disini Selayaknya bintang namun berduri Mematulkan bias cahaya namun menyilaukan Sesak, rongga rongga yang kian menyempit Tak ubah udara enggan melewatinya Menolak untuk dihirup Berkata bahwa jangan menyesal untuk cerita yang telah ditulis Satu, semua terasa sama. Seperti selayaknya waktu dia tak pernah behenti untuk berganti Ya seperti nama aku yang berada pada hati orang orang. Akan bergeser dan berganti Malang, 3 Juli 2019
Bunga yang Kembali Merekah Setetes air mengenai pipiku. Ditambah lagi tetes dari langit, tentangnya yang berwarna kelabu. Kemudian menyusul tetesan dari pipi yang lain. Kini keduanya berlomba untuk membasahi sekujur pipiku kemudian seluruh kerudungku. Tak khayal warna yang ku kenakan sama rupa dengan mendung kali ini, kelabu. Warna mendung di rintikan hujan, pun dengan mendung rintikan hati yang menjalar ke air mata. Balutan kain menjulur di kepala basah karenya. Dengan syal penghangat Gerimis ini mengundang dingin. Aku memerlukan kehangatan yang harus mendesakku mencari tangan yang siap ku genggam. Mencari bahu yang siap ku sandarkan. Mencari pundak yang siap basah karena air mataku. Sepasang kaki ini masih berjalan menerobos gerimis di sorotan lampu cahaya yang menyala berwarna merah. dia terus berjalan membawa sang pemilik raga menelusuri jalanan taman kota. Aku pun tak membantah kemana kakiku akan membawa pergi. Dia terus berjalan seirama dengan air mata yang bercampur gerimis tu...