Langsung ke konten utama

Postingan

Angin musim gugur

Angin Musin Gugur Dia berdesir lembut, berbisik halus ditelingaku. Aku mendengarnya, kemudian dia berlari menjauh bahkan tak ku temukan wujudnya lagi. Inilah angin, wujud sepi yang bertegur sapa denganku di tempat ini.. Bahkan cukup membuat ranting-ranting itu tumbang, jatuh bertabrakan dengan tanah, kemudian angin membawanya terbang lagi. Angin ini cukup mengguncangkan rambutku, setidaknya lebih dari tiga kali aku menyapunya dari wajah. Cukuplah untuk membuat apa yang kulihat nampak jelas walaupun aku tak tahu pasti apa yang sedang ku lihat. Terlalu banyak gambar-gambar yang menyita perhatianku. Kota menjulang itu cukup menyita perhatian kurasa, melirik lagi masa lampau yang kutitik disana yang kulihat dari sebuah kursi lantai lima ini. Kantung mataku cukup sayu untuk melihat jarak kota yang menjulang jika tak kupakaikan sebingkai lensa yang menggantung. Tapi angin itu tak cukup mampu menerbangkan amplop coklat berornamen merah yang kupegang erat. Ah tenggorokanku rasanya panas....